Sabtu, 04 April 2009

Satu ketika pada satu senja hari saya duduk didepan rumah, salah satu pekerangan rumah seseorang. Saya dengar suara dari dalam rumah seseorang berbicara, karena kebetulan pintu rumahnya tidak tertutup, daun pintunya terbuka lebar-lebar.’Sebagai seorang wanita anak dara, kamu harus bernilai ibarat intan berberlian. Intan berlian selalu nilainya mahal dari apapun’. Begitu kiat kata dari suara seorang lelakiyang sempat saya tangkap dan perhatikan dari rangkaian kalimatnya.

Orang yang bicara saat itu, mungkin menasihati kepada salah seorang wanita muda, tetapi saya kira yang dinasihati bukan anak kandung dari yang memberikan wejangan.Semua intan dan berlian adalah batu, berlian itu juga batu, keras seperti batu, malahan lebih keras lagi dari batu biasa. Tetapi kamu tahu, tidak semua batu intan berlian.’ Begitu lanjutan dari rangkaian kalimatnya.’Apa yang membedakan batu dengan intan berlian?’ tanya dari sipewejang selanjutnya. Jawab suara wanita yang terdengar sangatsimpel dan sederhana jalan pikirannya.’

Bicara tentang ibarat dan nilai, bukan begitu mudah. Itu namanya jawaban membalik tangan. Artinya dibalik telapak tangan adalah punggun telapak tangan. Tidak. Tidak begitu pengertian yang saya maksud. Tidak begitu mudah jawabannya’. Tidak terdengar suara sejenak.

Maksud saya kalau kau wanita yang mau bernialai dan mau bernilai selaku intan berlian, kamu harus menempatkan dirimu ditempat yang terbatas,yang terhormat, tidak disembarang tempat dapat ditemui orang. Karena lihat saja contohnya kalau kau mencari batu, dimana saja mudah kau temukan, mudah didapat dimana-mana, gampang kamu pungut semaumu.Tetapi mencari intan? Wa,wa, wa. Tunggu dulu…. Intan berlian?……. kegunung, capek mendaki sampai puncak tidak ditemukan. Kelaut?… u,u,u,…. yang ada hanya air dan gelombang.

Ditoko khusus? harus menyediakan setumpuk uang, masuk rumah orang, dirumahpun tidak ada orang mau meletakkan intan berliannya disembarang tempat. Jadi, kalau mau dihargai dan dinilai tinggi dari orang terhormat,jangan sembarangan tempat kau kunjungi. Jangan pamer dirimu sehingga bernilaimu murah. Tetapi jagalah dirimu, peliharalah kehormatanmu, berwibawahlah dalam penampilanmu. Itulah…. begitulah baru kau jadi wanita sejati yang bernilai intan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar